menu melayang

Selasa, 25 Januari 2022

SURAT UNTUK BUAH HATI KECILKU KELAK

Untuk Anakku Kelak

((Surat ini ditulis untuk ditujukan kepada anakku kelak, bila aku sudah berminat untuk menikah dan memiliki momongan.))

Nak, barangkali engkau tak sengaja menemukan tulisan ini dan engkau masih hidup dalam pusaran kesulitan ekonomi. Maka maafkan aku; bapakmu yang tidak dapat memberi harta yang bergelimang. Tapi tentu saja akan ku usahakan agar hidup kita sejahtera dengan cara-cara terhormat. Agar engkau senantiasa hidup berbahagia meski kita dalam pusaran kesulitan ekonomi. Aku tak ingin kebahagiaanmu menjadi sumber derita bagi banyak orang, lebih-lebih penderitaan rakyat kelas bawah yang tertindas, nak.

Bapakmu menulis surat ini dilandasi oleh kekhawatirannya tentang nasibmu kelak.  Nak, aku ingin berpesan kepadamu bahwa kita musti lah bersabar diri menghadapi situasi-situasi sulit dalam istana kecil kita yang disebut rumah. Meski sehancur apapun dunia, suasana rumah musti harus seindah surga. Meski nanti rumah kita kecil, engkau harus bersyukur. Bapak tak ingin memiliki kekayaan melimpah yang didapat dari cara pemerasan dan kekerasan terhadap manusia. Pada tahun 2022, telah tersebar berita mengenai anak bupati di negeri nun jauh sana, ia dengan bahagia merayakan hari lahirnya di rumah yang dapat dikatakan sangat megah. Selang beberapa waktu, tersebar lagi bahwa bapaknya tertangkap tangan oleh lembaga anti rasuah. Tapi dibalik megah rumahnya terdapat penjara untuk mengeksploitasi tenaga kerjanya. Para pekerjanya tentu mengalami gangguan mental disertai muka lebam-lebam. Nak, semoga rumah kita tak seperti itu. Rumah adalah surga dan jangan sampai surga kita menjadi neraka bagi orang lain.

Nak, dari rumah kita -yang mungkin- kecil ini, bapak berharap impianmu tetap besar. Bapak tak akan mengkerdilkan mimpi-mimpimu. Bapak juga tak melarang keinginanmu untuk jadi apapun itu. Selama keinginanmu bermartabat.

Yang terpenting engkau tau bahwa hidup adalah kompetisi jangka panjang, untuk itu siapkan peralatan tempur agar engkau tak hancur.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel